Globaldetik.com | ACEH UTARA – Sabtu, 8 Agustus 2026, Koordinator Umum Panitia, Tgk. Muslim At-Thahir menyatakan pernyataan ini kepada awak media melalui pesan WhatsApp:
Dengan ini kami sampaikan kepada seluruh umat dan rakyat Aceh: Bahwa kegiatan “Doa Tolak Bala dan Aksi Bela Nangroë & Syariat” adalah murni inisiatif para tokoh, ulama, dan pemuda Aceh. Tujuan kami adalah memohon kepada Allah SWT agar menjauhkan Nanggroe Aceh Darussalam dari berbagai bala dan musibah, mengingat pada akhir tahun Aceh rawan banjir apabila curah hujan tinggi. Dengan berkah pembacaan Yasin Fadhilah dan Qunut Nazilah, kami memohon kepada Allah agar menghancurkan segala bentuk kezaliman di Aceh, menegakkan keadilan, serta melunakkan hati para perampok harta rakyat dan hasil bumi Aceh agar mengembalikannya; jika tidak, kami bermunajat agar Allah menghancurkan kekuatan mereka sebagaimana menghancurkan Abrahah dan Fir’aun. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah menyampaikan aspirasi rakyat melalui orasi tokoh, ulama, dan mahasiswa, dengan tuntutan meliputi penerapan Syariat Islam secara kaffah, penyelesaian persoalan Blok Andaman, tambang Beutong, serta bantuan bagi korban banjir.

Demi Allah, kami tegaskan bahwa acara ini bukan rekayasa pihak mana pun, melainkan gerakan murni ulama dan tokoh muda demi kemaslahatan bangsa Aceh dan agama. Tujuan utama kami adalah mempersatukan bangsa dan ulama Aceh untuk memperjuangkan tegaknya Syariat Islam secara kaffah serta hak-hak rakyat, oleh karena itu kami berharap tidak ada pihak yang memprovokasi atau menggiring opini ke arah lain.

Kepada Aparat Penegak Hukum, kami berharap diberikan kemudahan bukan dipersulit, sebab kegiatan ini tidak bertentangan dengan hukum dan seharusnya mendapat dukungan sepenuhnya agar aparat dapat menjalankan tugas mengayomi serta melindungi rakyat. Kami menyayangkan dalam beberapa hari terakhir koordinator wilayah dipersulit oknum aparat, seperti diminta foto KTP dan daftar nama peserta, padahal acara lain seperti konser tidak pernah mendapat perlakuan demikian; hal ini menjadi pertanyaan ketika rakyat hendak berdoa dan membela keadilan justru dihambat dengan alasan keamanan. Kami juga menerima laporan adanya oknum yang mendatangi tokoh dan Tgk untuk meminta pembuatan video yang melarang masyarakat mengikuti aksi di Banda Aceh dengan tuduhan keliru sebagai provokator perusak perdamaian.

Kami mengajak seluruh pihak yang menginginkan keadilan untuk mendukung acara ini: kepada para pemegang kekuasaan, permudahkan rakyat berdoa dan menyampaikan aspirasi tanpa kecurigaan; kepada ulama serta akademisi, berikan dukungan nasihat membangun dan ajak umat bersatu bukan berpecah; kepada yang mampu secara materi, bantu transportasi, konsumsi, dan kebutuhan lain demi kelancaran acara; dan kepada yang tidak dapat hadir, panjatkan doa dari rumah, meunasah, atau masjid minimal tiga hari sebelum tanggal 15, lebih utama jika disertai puasa sunnah, agar Allah mengirimkan pertolongan-Nya, menghancurkan kezaliman sebagaimana menghancurkan kaum yang durhaka, serta melindungi saudara-saudara yang berangkat ke Banda Aceh.

“Allahumma dafi’ ‘annal bala’, wanshuril mazhlumin, wa ahlikizh zhalimin”
“Ya Allah jauhkanlah kami dari bala, tolonglah orang-orang yang terzalimi, dan hancurkanlah orang-orang zalim.”

Kepada seluruh rakyat Aceh yang akan berangkat, kami pesankan untuk senantiasa menjaga hal berikut: berpakaian sopan sesuai syariat, hadir dengan hati ikhlas tanpa euforia berlebihan, jaga persatuan dan jangan saling menyalahkan, niatkan taubat dari segala dosa dan perbanyak puasa tiga hari berturut jika mampu, serta sama sekali tidak membawa senjata tajam maupun senjata api.

Selain itu, dilarang membawa bendera atau atribut yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku, jaga ketertiban umum dan hindari konvoi yang mengganggu, bawa masing-masing bacaan Yasin Fadhilah serta bekal makanan dan air yang memadai, tetap waspada terhadap penyusup maupun provokator, dan jangan mudah terpancing ajakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Atas perhatian, dukungan, dan doa semua pihak, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga segala langkah kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *