Aceh Utara— Panglima Muda Daerah III Tgk Chik di Paya Bakong, Sofyan Ismail atau yang akrab disapa Pang Combet, turun langsung ke lapangan memimpin aksi sosial pemugaran makam para syuhada. Selain pemugaran makam, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran santunan bagi anak yatim-piatu serta bantuan sembako untuk warga kurang mampu pada Sabtu (24/10/2026).
Rangkaian kegiatan sosial ini berlangsung di beberapa lokasi. Aksi diawali di Gampong Prie, Kecamatan Tanah Pasir, dengan didampingi oleh Panglima Sagoe Jrat Manyang Ismail (Banded), Ulee Kompi A Sagoe Jrat Manyang Mukhlisuddin, serta Panglima Sagoe Murtada (Asnawi)dan Wakil Panglima Sagoe Bakong Aceh (Jufri)
Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Gampong Puuk, Kecamatan Samudera. Aksi ini digelar sebagai bentuk penghormatan atas napak tilas dan pengorbanan para pejuang Atjeh Meurdehka Daerah III Pase.
Adapun data makam para syuhada yang diziarahi antara lain:
A Jalil Bin H.M. Yusuf (Aneuk Kobra) | Lahir: 1976 — Syahid: 08/03/2002 (Gugur dalam kontak tembak di Pante Kiro)
Zulfikar Bin Arbiyana (Kobra) | Lahir: 21/06/1977 — Syahid: 19/08/2000 (Gugur dalam kontak tembak di Blang Nibong)
T. Rafli Bin Arbiyana (Pon Gum) | Lahir: 1983 — Syahid: 2004 (Gugur saat disergap lawan di kediamannya, Gampong Prie)
Bustami Arifin Bin Arahman (Dek Gam) | Lahir: 21/08/1982 — Syahid: 28/11/2004 (Gugur di tembak musuh di Pakam)
Saimi Bin M. Daud | Lahir: 08/10/1983 — Syahid: 26/09/2004 (Gugur ditembak di Kuta Bate)

Di lokasi, Pang Combet bersama jajarannya menggelar tradisi Peusijuek (tepung tawar) dan doa bersama. Rangkaian acara dilanjutkan dengan gotong royong pembersihan area pemakaman serta rekon/pemasangan batu kuburan permanen. Pemugaran ini merupakan bagian dari pelaksanaan tahap ke-5.
Dalam arahannya, Pang Combet menegaskan pentingnya menjaga amanah perjuangan dan memelihara kepedulian terhadap sesama.
”Amanah Panglima buedtroh bak Sagoe, amanah poe nangroe puedjroh Ulama. Ada ratusan kuburan syuhada yang tersebar di seluruh Daerah Tgk Chik di Paya Bakong Wilayah Samudera Pase Hingga tahap ke-5 hari ini, baru 155 makam yang berhasil kita pugar. Momen ini sekaligus menjadi wadah untuk mengenang, melihat, dan mendengarkan langsung keluh kesah keluarga pejuang,” ujar Pang Combet.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bahu-membahu dan menjaga kekompakan. Pang Combet menginstruksikan jajarannya agar segera mendata dan melaporkan jika masih terdapat makam syuhada yang belum terjangkau.

”Jika ada makam yang belum terdata, turun langsung ke lapangan. Lihat dan dengarkan jerit tangis anak yatim, fakir miskin, serta keluarga mereka. Segera catat dan laporkan, kita akan berusaha memperjuangkan semuanya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada para syuhada yang telah berkorban demi Aceh, sekaligus menjadi kewajiban moral bersama untuk memelihara kepedulian sosial dan tidak melupakan sejarah perjuangan.
Suasana haru dan isak tangis mewarnai pertemuan tersebut. Pihak keluarga para syuhada menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas perhatian serta kehadiran jajaran pengurus di tengah-tengah mereka.
Rangkaian kegiatan sosial ini ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Tgk Ibnu Abbas, dilanjutkan dengan prosesi tabur batu putih di atas makam para syuhada.
Penulis: Balia Kada

