Global detik,Com | ACEH TIMUR – Pak Mur yang berdomisili di Australia, bersama istrinya Alfira dan grup tari mereka yang berbasis di Sydney, Suara Dance, telah melaksanakan penggalangan dana secara online melalui platform GoFundMe untuk meringankan penderitaan saudara-saudara di Aceh yang terkena musibah banjir dan longsor. Grup tari ini, yang sering menampilkan tari tradisional Aceh “Ratoh Duek” di berbagai acara di seluruh Australia, merasa terpanggil secara mendalam untuk berperan aktif dalam menolong setelah melihat kondisi parah yang menimpa daerah asal budaya mereka.
Semua bantuan yang terkumpul dari penggalangan dana tersebut kemudian ditransfer melalui rekening Maimunzir—yang akrab disapa Bang Gaes—dan tanpa menunda waktu, langsung dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Barang-barang yang dibeli meliputi beras, air mineral, minyak makan, telur, mie instan, serta kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak seperti pembalut dan popok yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana.
Proses penyaluran bantuan tersebut dibantu langsung oleh Alwy, pemilik Alwy English Course, yang dengan menggunakan mobilnya sendiri mengantarkan semua barang bantuan ke lokasi terdampak secara langsung, yaitu Gampong Seneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Kondisi gampong ini sangat rusak parah akibat serangan banjir bandang, sehingga sebanyak 450 orang warga masih terpaksa bertahan hidup di tenda pengungsi yang dibangun dari terpal seadanya tanpa fasilitas yang memadai.
Mukhtar, yang menjabat sebagai Keuchik (Kepala Gampong) Gampong Seneubok Saboh, mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pak Mur beserta keluarga dan seluruh anggota grup Suara Dance atas bantuan yang diberikan. “Saat ini warga saya juga sangat membutuhkan bantuan tambahan seperti obat-obatan, tenda pengganti rumah yang lebih kokoh, selimut untuk melawan dingin, dan alat masak untuk memasak makanan secara layak,” ujarnya dalam kesempatan menerima bantuan.
Selain itu, Mustaqim, seorang warga lokal yang dulunya menjual kopi di warung miliknya di gampong tersebut, juga menyampaikan rasa syukur yang mendalam. “Sebelum musibah, jualan kopi di warung itu adalah satu-satunya sumber pencarian hidup untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak saya. Sekarang warung sekaligus rumah saya sudah terbenam di bawah arus banjir, entah kemana rimbanya sehingga tidak ada sisa apapun, dan saya juga tidak memiliki modal lagi untuk membukanya kembali. Saya hanya bisa pasrah kepada Allah SWT, jadi sangat bersyukur atas bantuan yang telah diberikan. Meskipun apa adanya, itu sangat membantu saya dan keluarga dalam kondisi yang sulit ini,” katanya dengan nada sedih.

ENGLISH TRANSLATION
Pak Mur, who resides in Australia, along with his wife Alfira and their Sydney-based dance group, Suara Dance, has conducted an online fundraising campaign via the GoFundMe platform to alleviate the suffering of their fellow citizens in Aceh affected by floods and landslides. The dance group, which often performs the traditional Acehnese dance “Ratoh Duek” at various events across Australia, felt deeply compelled to take an active role in helping after witnessing the severe conditions that struck their cultural homeland.
All funds collected from the campaign were then transferred to the bank account of Maimunzir—affectionately known as Bang Gaes—and without delay, immediately used to purchase essential items for the displaced residents. The goods bought included rice, mineral water, cooking oil, eggs, instant noodles, as well as special needs for women and children such as sanitary pads and diapers, which were desperately needed at the disaster site.
The distribution process was directly assisted by Alwy, the owner of Alwy English Course, who used his own car to deliver all the aid items to the directly affected location: Gampong Seneubok Saboh, Pante Bidari District, East Aceh Regency. The village was severely damaged by flash floods, leaving 450 residents still forced to live in makeshift tents made of tarpaulin with inadequate facilities.
Mukhtar, who serves as the Keuchik (Village Head) of Gampong Seneubok Saboh, expressed his heartfelt gratitude to Pak Mur, his family, and all members of Suara Dance for the assistance provided. “Currently, our residents also urgently need additional aid such as medicine, sturdier replacement tents for homes, blankets to combat the cold, and cooking utensils to prepare proper meals,” he said during the aid handover.
In addition, Mustaqim, a local resident who previously sold coffee at his stall in the village, also expressed profound gratitude. “Before the disaster, selling coffee at the stall was my only source of income to support my wife and children. Now, my stall and house are submerged under floodwaters—my belongings are gone without a trace, and I have no capital left to reopen it. I can only surrender to Allah SWT, so I am very grateful for the aid received. Even though it is simple, it has been a great help to me and my family in this difficult time,” he said sad.
Editor (Redaksi)

