Kalarifikasi PJ Kepala Desa Suka Makmur Bohong besar, Edit Poto dan Kaburkan Fakta terkait “Penyimpangan Bantuan Beras Bulog di Desa Suka Makmur, Warga Keluhkan Perlakuan Kasar Petugas

SUBULUSSALAM –kepala desa Suka Makmur Amansah yang dikenal dekat khusus kepada HRB Walikota Subulussalam ini, ternyata dinyatakan Bohong besar oleh seorang perempuan yang diduga jadi korban dalam pembagian bantuan beras Bulog yang terjadi di desa Suka Makmur kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam.

 

Dalam pernyataan Nurbana bahwa semua Isi Klarifikasi kepala dasa Suka Makmur tersebut Bohong besar, semu Poto tampilan itu dimedya hanyalah editan kepala desa atau oknum tertentu untuk mengaburkan Fajta yang sebenarnya. Jelas Nurbaya pada awak medya.

Penyaluran bantuan pangan berupa beras dari program pemerintah melalui Perum Bulog di Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, diduga tidak sesuai ketentuan. Sejumlah warga mengaku menerima jatah bantuan yang tidak lengkap, bahkan ada yang mengeluhkan perlakuan kasar dari petugas saat mempertanyakan pembagian tersebut.(27/06).

 

 

Salah seorang penerima bantuan, Nurbana, mengatakan dirinya hanya menerima satu karung beras dan dua kemasan minyak goreng. Padahal, berdasarkan informasi yang ia terima, setiap penerima seharusnya memperoleh dua karung beras dan empat kemasan minyak goreng untuk jatah dua bulan.

“Kenapa saya dipoto menerima dua sak beras kok dikasi satu, minyak goreng pun dipoto empat kok dikasi dua. Kan masih banyak,” ujar Nurbana menirukan ucapannya saat mempertanyakan bantuan tersebut. Ia juga mengaku dijawab dengan kasar oleh petugas yang terlibat dalam pembagian.

Menurut Nurbana, bantuan yang dibagikan kali ini merupakan jatah untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026. Karena merasa tidak mendapatkan haknya secara penuh, ia memilih mengembalikan bantuan tersebut kepada petugas.

Keluhan warga itu memunculkan dugaan adanya ketidakterbukaan dan penyimpangan dalam proses penyaluran bantuan pangan di desa tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Perum Bulog maupun petugas yang terlibat dalam pembagian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Suka Makmur yang telah dihubungi melalui aplikasi WhatsApp juga belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi dari media.

Menanggapi persoalan tersebut, Anton, pimpinan LSM Suara Putra Aceh Kota Subulussalam, menilai pembagian bantuan oleh Bulog ternyata tidak efektif. Ia berharap peran Dinas Pangan Kota Subulussalam dapat lebih diutamakan dalam melakukan pendataan dan pembagian bantuan agar tidak terjadi penyimpangan.

Menanggapi hal itu, Anton, pimpinan LSM Suara Putra Aceh Kota Subulussalam, meminta Dinas Pangan Kota Subulussalam mengambil alih pendataan dan pembagian bantuan agar penyaluran lebih transparan dan tepat sasaran. Ia menilai keterlibatan pihak desa dalam pembagian rawan menimbulkan persoalan.

“Bulog ternyata tidak efektif untuk melakukan pembagian itu. Kita berharap peran Dinas Pangan lah yang melakukan pendataan dan pembagian sehingga tidak terjadi penyimpangan seperti ini. APH Kota Subulussalam diminta usut dugaan penyimpangan pembagian sembako itu,” ujar Anton.

Ia menegaskan bahwa bantuan sosial merupakan hak masyarakat yang harus disalurkan secara jujur, transparan, dan sesuai dengan data penerima. Jika ditemukan adanya penyimpangan, maka aparat penegak hukum diminta segera melakukan penyelidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat kini menunggu klarifikasi resmi dari Pemerintah Desa Suka Makmur, Perum Bulog, Dinas Pangan, maupun instansi terkait untuk memastikan apakah benar telah terjadi kekeliruan administrasi, kesalahan teknis penyaluran, atau terdapat dugaan penyimpangan dalam pembagian bantuan tersebut.

Ia menegaskan bahwa bantuan sosial merupakan hak masyarakat yang harus disalurkan secara jujur, transparan, dan sesuai data penerima. Jika benar ditemukan adanya penyimpangan atau perlakuan tidak pantas terhadap warga, maka aparat penegak hukum diminta segera melakukan penyelidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat kini menunggu klarifikasi resmi dari Pemerintah Desa Suka Makmur, Perum Bulog, Dinas Pangan, maupun instansi terkait untuk memastikan apakah benar terjadi kekeliruan administrasi, kesalahan teknis penyaluran, atau dugaan penyimpangan dalam pembagian bantuan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebutkan masih diberikan hak jawab dan kesempatan untuk memberikan klarifikasi. Media akan memuat penjelasan tersebut secara berimbang apabila telah diterima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *