Aceh-Penanggalan,Globaldetik.com Gelombang dukungan terhadap Fajri Munthe untuk memimpin DPD II Partai Golkar Kota Subulussalam periode 2026–2031 terus menguat. Pada malam ini, Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Penanggalan secara resmi menggelar Rapat Pleno guna menentukan sikap politik organisasi menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Subulussalam.
Rapat pleno tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Penanggalan, Dedi SY Bancin, didampingi Sekretaris PK, Deny Sinurat, yang sekaligus bertindak sebagai pimpinan sidang pleno. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan dihadiri oleh jajaran pengurus kecamatan, pengurus desa, serta kader Partai Golkar Kecamatan Penanggalan.
Setelah melalui pembahasan dan musyawarah, seluruh peserta rapat pleno secara bulat menyatakan dukungan penuh kepada Fajri Munthe sebagai calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Subulussalam periode 2026–2031.
Dalam penyampaiannya, Dedi SY Bancin menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama yang lahir dari aspirasi kader di Kecamatan Penanggalan. Menurutnya, Partai Golkar membutuhkan sosok pemimpin yang mampu memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga soliditas kader, serta membawa Partai Golkar menjadi semakin besar dan berdaya saing.
> “Keputusan rapat pleno ini merupakan bentuk komitmen bersama seluruh kader Partai Golkar Kecamatan Penanggalan. Kami memberikan dukungan penuh kepada Fajri Munthe dan berharap kepemimpinannya mampu membawa DPD II Partai Golkar Kota Subulussalam semakin solid, progresif, dan siap menghadapi berbagai agenda politik ke depan,” ujar Dedi SY Bancin.
Senada dengan itu, Deny Sinurat menyampaikan bahwa hasil rapat pleno akan menjadi aspirasi resmi Pimpinan Kecamatan Penanggalan dan akan disampaikan kepada pengurus DPD II sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku.
Dengan dukungan yang terus mengalir dari berbagai Pimpinan Kecamatan, dinamika menuju Musyawarah Daerah Partai Golkar Kota Subulussalam semakin menunjukkan tingginya partisipasi kader dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk lima tahun mendatang.

