
Aceh Tamiang, Globaldetik.com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang luncurkan Aplikasi Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), siapa bilang tak dibutuhkan dan dituding hanya mengalihkan isu.
Anggapan seperti itu adalah hal keliru, sebab apa? IKM bukti RSUD Muda Sedia semakin menuju ke arah yang lebih maju.
Harus tahu dulu IKM itu apa dan pentingnya itu untuk apa. Padahal IKM adalah suatu ukuran yang digunakan untuk menilai tingkat kepuasan masyarakat atau pasien terhadap pelayanan yang diberikan RSUD Muda Sedia.
IKM biasanya diukur melalui survei atau kuesioner yang menilai beberapa aspek pelayanan, di antaranya; Kemampuan RSUD Muda Sedia dalam memberikan pelayanan yang berkualitas.
Ketersediaan fasilitas dan sarana yang memadai serta Sikap dan perilaku staf RSUD dalam melayani pasien. Selanjutnya waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pelayanan. Serta Kemampuan staf RSUD dalam memberikan informasi yang jelas dan tepat.
Sistem IKM diperlukan oleh masyarakat dan pasien tersebut ada beberapa alasan yakni;
Meningkatkan kualitas pelayanan, Harus mengetahui tingkat kepuasan pasien, RSUD dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada.
Membangun kepercayaan, caranya dengan menunjukkan komitmen terhadap kepuasan pasien, RSUD dapat membangun kepercayaan masyarakat dan meningkatkan reputasi.
Mengidentifikasi masalah, Sejatinya; IKM dapat membantu RSUD Muda Sedia mengidentifikasi masalah dan kelemahan dalam pelayanan, sehingga dapat diambil tindakan perbaikan.
Meningkatkan keselamatan pasien, dengan mengetahui kepuasan pasien, RSUD dapat meningkatkan keselamatan pasien dan mengurangi risiko kesalahan medis.
Untuk itu, sistem IKM sangat diperlukan oleh masyarakat dan pasien untuk memastikan bahwa pelayanan RSUD Muda Sedia memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pasien.
Demikian penjelasan Sayed Zainal M, SH; praktisi hukum, Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Hutan Lestari dan Ketua Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Aceh Tamiang Kamis, 24 Juli 2025 dari Kualasimpang.
Menurut Sayed, hal itu perlu diluruskan, agar masyarakat dapat memahami, apa pentingnya IKM bagi mereka, Masyarakat dan pasien.
“Padahal sudah jelas urgennya IKM, menunjukkan pelayanan yang diberikan RSUD Muda Sedia semakin baik. Tolok ukurnya, jika RSUD Muda Sedia bobrok, gradenya pasti diturunkan di penilaian beberapa waktu lalu yang dilakukan Kemenkes. Dari Tipe C ke Tipe D. Inikan tetap,” jelas Sayed.
Dikatakan, dalam penilaian itu ada 26 RSUD di Sumatera dan Aceh yang diturunkan gradenya. Di antaranya 24 dari Aceh dan 2 lainnya dari Padang dan Sumatera Utara.
RSUD Muda Sedia Luncurkan IKM
Manajemen RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang siap menyajikan aplikasi IKM terhadap pelayanan dokter.
Melalui aplikasi ini nantinya masyarakat dan pasien bisa menilai langsung sikap dan pelayanan dokter di rumah sakit tersebut, sebut Direktur RSUD Muda Sedia, dr Andika Putra, SpPD, FINASIM, MHKes.
Sebutnya bahwa; aplikasi tersebut sudah lama direncanakan dengan tujuan meningkatkan pengawasan terhadap dokter.
“Secara umum untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit, jadi bukan untuk mencari-cari kesalahan dokter,” sebutnya.
Melalui aplikasi dimaksud, akan mengetahui kondisi di lapangan, bagaimana interaksi sosial antara dokter dan pasiennya dan bukan zamannya lagi dokter dan perawat marah-marah dengan pasiennya.
Seyogianya, setiap dokter ratingnya baik dan disiplin dalam melaksanakan tugas, tentu akan diberikan reward (hadiah) sebagai perhatian penyemangat dalam bekerja.
Jika Rating dokternya buruk, tentu akan membuat rugi dirinya sendiri, bagi dokter yang berulang kali tidak disiplin akan diberikan sanksi tegas.
Andika menjelaskan bahwa; masyarakat yang datang ke rumah sakit merupakan orang yang sedang membutuhkan perhatian khusus.
Diingatkan agar seluruh petugas kesehatan di rumah sakit menyiapkan mental dan skill sesuai kompetensi agar harapan masyarakat untuk mendapat pelayanan dapat terwujud dengan baik.
“Sudah pasti orang yang datang ke rumah sakit itu sedang tidak baik-baik saja, harusnya para pekerja medis menyadari ini agar terpanggil untuk memberikan pelayanan maksimal,” ujarnya.
Andika optimis aplikasi yang akan segera difungsikan akan memangkas jarak pasien dengan dokter. “Kita semua ingin rumah sakit kita berubah menjadi lebih baik, makanya saya berharap aplikasi ini didukung agar semuanya bisa terawasi dengan baik,” ucapnya. [Andre].
