Globaldetik.com | ACEH TIMUR – Kondisi masyarakat di beberapa wilayah Aceh Timur dan sekitarnya semakin memprihatinkan setelah terjadinya banjir. Banyak warga menghadapi kesulitan besar untuk memenuhi kebutuhan sembako, barang rumah tangga, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar barang jadi mahal, bahkan beberapa kehabisan stok – membuat warga terpaksa menghadapi situasi sulit.

Salah satu contoh kesulitan yang paling terasa adalah dalam memperoleh BBM. Warga harus bersusah payah menunggu berjam-jam di SPBU. Setelah capek antri, ternyata bahan bakar sudah habis.

Sangking panjangnya antrian yang ada di SPBU, aliran lalu lintas di sekitar lokasi juga terganggu dan membuat jalan semakin sesak. Hal ini bahkan menambah kesulitan bagi warga yang ingin bergerak untuk mencari kebutuhan lainnya.

Kondisi yang sama terjadi pada barang sembako seperti beras, minyak goreng, dan gula.dan lain-lainnya Harga barang-barang ini melonjak jauh di atas kemampuan sebagian masyarakat.

Meskipun harganya sudah sangat mahal, warga mau tidak mau harus membelinya karena tidak ada pilihan lain – stok di toko dan pasar semakin menipis, bahkan beberapa jenis barang sudah tidak tersedia sama sekali.

“Saat ini, setelah bencana alam terjadi, semuanya jadi sulit. Beli BBM antri lama, beli sembako mahal banget. Kalau ada pun
uang simpanan di tabungan tidak bisa ditarik karena tidak ada jaringan. Kita cuma bisa berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar salah satu warga, Ibu Aminah.

Kondisi ini seharusnya menuntut perhatian dan tanggapan cepat dari berbagai pihak, baik pemerintah lokal maupun lembaga bantuan. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan stok dan mengendalikan harga, agar masyarakat tidak semakin tertekan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *